Random Rant About Ujian Komprehensif (2)

Hari ke 2. Industri. Yeeeey hari terakhir.

Entah kenapa aku merasa lebih siap daripada hari kemarin (baca : kompre apotek). Padahal malamnya aku nggak belajar sama sekali. Dan paginya aku panik buru-buru baca laporan sendiri…..itupun baru satu bagian yang dibaca….lol.

Well, mungkin karena aku sudah tahu karakteristik pengujinya sih (kepo dulu dong background pengujinya). Dan percaya atau tidak, aku sudah menyiapkan trik trik tertentu untuk menghadapi penguji hari ini xD ///berlagak seolah olah punya kemampuan supernatural dan tahu apa yang mau ditanyakan.

Lagipula, aku memang lebih berniat belajar materi industri daripada apotek :p tentu saja aku nggak belajar H-1, tapi sedikit demi sedikit mulai dari aku PKPA.

Langsung saja. Hari-H, saking semangatnya aku datang di kampus jam 7.10, padahal ujian baru dimulai jam 8.00 (karena aku dapat giliran maju pertama). Krik krik krik, kampus sepi sekali. Dan saking pedenya juga sampai salah ruangan, eh ternyata ruangannya ganti :/

Jam 8.00 tepat, penguji masuk ruangan, aku langsung masuk juga. Eh, ternyata benar hasil kepo investigasiku. Salah satu penguji dari industri, sebut saja Ibu P, wajahnya sesuai yang aku lihat di FB beliau ////kepo banget sih. Wah, untung nggak salah info hehehe. Penguji lainnya adalah dosenku sendiri, sebut saja Pak K.

Perkenalan diri, ucapkan salam, dan jabat tangan ke penguji untuk memberi kesan profesional layaknya mau interview kerja 😀 ///sok banget sih.

Pertanyaan pertama langsung dari Ibu P, karena aku kemarin PKPA dapat di bagian QC (Quality Control), aku ditanya tentang peranan QC di industri

Kira2 sih aku jawabnya begini

1. Pemeriksaan contoh bahan baku, bahan pengemas, produk ruahan, dan produk jadi

2. Sampling bahan baku (raw material) dan bahan pengemas

3. Pemeriksaan dan pemantauan lingkungan (mutu air, limbah, jumlah partikel di ruang industri, dsb)

4. Uji stabilitas

Dan ibunya cuma tanya2 seputar ke-4 bagian itu….oke nggak masalah. Karena kemarin aku memang “main”nya di bagian QC jadi aku paham apa yang dilakukan secara teknis (walaupun mungkin nggak persis plek laporan).

Misalnya dari pemeriksaan mutu air, aku diminta menjelaskan bagaimana teknik sampling air, apa saja yang diperiksa, frekuensi pengujiannya, juga sistem pengolahan air di industri sampai didapatkan purified water yang dipakai untuk proses produksi. Pretty simple, huh? Secara nggak langsung sudah nyangkut2 bagian lain juga (engineering, produksi).

Dari topik sampling raw material, aku menjelaskan bagaimana teknis sampling, alat yang digunakan, kondisi ruangan untuk sampling, berapa jumlah yang harus disampling dan sebagainya. Bahkan lengkap sampai aku menggambar bagan/denah ruang sampling (yang sudah aku persiapkan dan pikirkan sebelumnya HAHAHAHAHA) #1 perkiraan benar

Nah dari bagian sampling ini aku keceplosan ngomong sesuatu tentang gudang dan vendor. Jadinya aku ditanyain bagian itu deh, padahal nggak begitu paham juga hahaha.Pertanyaannya kalau ada barang yang datang ke gudang, surat-surat apa yang harus diperiksa? Kemudian apa itu kualifikasi vendor dan bagaimana caranya? Waduh, jadi menjalar ke bagian lain yang aku nggak begitu paham xD Yaaa aku jawab saja setahuku sambil berkilah “Kemarin saya tidak di bagian itu Bu, jadi setahu saya…..”. Ibunya cuma senyum-senyum sambil menambahkan/mengoreksi kalau ada yang kurang. Fyuuuh.

“Ya, ini kan saya diminta jadi penguji kompre, jadi saya harus tanya semuanya ya tentang di industri?”

Yha aja deh Bu :p as long as masih yang dasar2/superficial, insya Allah aku masih bisa kok :p

Kemudian (yang aku ingat) Ibu P bertanya “setelah ini (lulus) mau ke mana (kerja di mana)?”. Karena kebetulan aku sudah diterima sebagai staff Analytical Development di suatu industri Farmasi, aku jawab dengan jujur. Nah, ibunya tampak senang sekali karena dulu juga pernah jadi manager RnD (sekarang di produksi) dan menanyakan tentang tahap-tahap formulasi.

Oh, shit.…salah ngomong.

But this show must go on…uh ya aku jelaskan setahuku deh. Biar kelihatan (sedikit) kompeten, aku tanyakan dulu apakah ini formulasi untuk NCE (New Chemical Entity) atau sekedar obat copy….kalau obat copy tahapannya lebih sederhana dan bla bla bla, dari skala pilot, scale up dan akhirnya skala produksi. Ibunya sempat tanya berapa ukuran batch skala pilot? Uuuuuh ini aku nggak ngerti dan aku jawab 1/10 dari skala produksi (ndak tau dapat angka dari mana) tapi untungnya benar 😀 walaupun kurang tepat, lalu ditambahin ibunya.

Oh well, namanya siswa itu tempatnya salah dan lupa kan karena kita masih belajar??? Kalau udah tahu semua ngapain sekolah ///plak.

Berlanjut lagi, ibu P menanyakan tentang masalah/kasus yang pernah ditemui selama aku di QC. Langsung saja aku antusias menjawab bagian yang ini (karena jawabannya sudah aku set sebelumnya agar mengarah ke topik tertentu yang aku pelajari xD) yaitu tentang DISOLUSI.

(ceritanya, sebelum kompre ini aku belajar lagi ttg disolusi dan biofarmasetika karena dosen pengujiku yaitu Pak K adalah dosen biofarmasetika, dan aku sudah menduga akan ditanya hal2 seperti ini HAHAHAHAHAHA!!!) #2 perkiraan benar

Dari disolusi tersebut lalu aku ditanya ttg BCS (Biopharmaceutical Classification System), kemudian kriteria penerimaan disolusi, syarat2 obat yang harus uji bioekivalensi in vivo dan yang boleh hanya uji disolusi terbanding IYEEEESSSHHHH AKU DAH BELAJAR SEMUA TENTANG HAL ITU HAHAHAHA JADI LANCAR JAYA ////guling guling bahagia

Setelah Ibu P kemudian giliran Pak K yang bertanya. Well, beliau tidak tanya banyak sih, cuma menanyakan sedikit ttg tugas khususku selama di industri (update test method berdasarkan kompendial terbaru). Kayaknya keahlian Bapak K tentang biofarmasetika sudah disinggung Ibu P tadi 🙂

30 menit tak terasa sudah berlalu, dan kedua pengujiku sepakat untuk mengakhiri sesi ujian ini. Eh….beneran udah selesai nih Pak, Bu…? tanyaku, karena alokasi waktunya sebenarnya 40 menit tiap mahasiswa.

“Mau saya tanyakan lagi tentang PPIC? (Production Planning and Inventory Control)”

WAAAAAAA enggak deh Bu XDXDXD buru2 aku pamit permisi dan kabur, mengucapkan terima kasih dan keluar dari ruangan layaknya perwira menang perang ///lebay dan kemudian tersenyum kepada teman2ku yang sedang menunggu dengan nervousnya diluar.

“Sudaaaaah~ xD” ////ekspresiku saat itu pasti ngeselin.

Summary, kompre industri ini berakhir dengan lancar dan sukses, tidak seperti apotek kemarin yang ZONK abis =__=. Ternyata aku jg yang paling cepat keluar diantara teman2 lainnya, yang rata2 menghabiskan waktu 40-50 menit di dalam, bahkan ada yang sampai 60 menit. Mungkin karena aku dapat giliran pertama jadi penguji baru akan menjajaki kira2 seberapa jauh pengetahuan mahasiswanya.

<<Intinya kompre bukan berarti kamu harus menguasai semua materi kok :p karena yang mengujimu adalah MANUSIA, jadi perhatikan juga kira2 mereka akan menanyakan apa xD biasanya terkait bidang spesialisasi mereka juga sih.>>


About Tiya Novlita

5th year Pharmacy undergrad student, procrastinating illustrator and Visual Novel developer with zero knowledge of programming
This entry was posted in Life Experience, Pharmacy, PKPA, Ujian Komprehensif. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *